Masjid Tiban Turen atau dikenal dengan Masjid JIN

Published 17 Mei 2016 by damayantichildiesh

Legenda tentang bangunan megah yang didirikan dengan bantuan jin bukan Cuma Candi Prambanan, travelers. Masjid Tiban di Turen, Malang konon kabarnya juga didirikan dalam waktu satu malam dengan bantuan pasukan jin!

Kisah tentang berdirinya Masjid Tiban yang misterius memang sempat menghebohkan masyarakat di tahun 2008. Saat itu warga setempat mengaku tidak tahu kalo Masjid Tiban yang berada di area yang termasuk dalam wilayah Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah di  Desa Sananrejo, Turen, Kabupaten Malang ini sedang berlangsung pembangunan sebuah masjid, karena nggak terlihat satu pun alat berat keluar masuk dari pondok pesantren. Jadi apa benar Masjid Tiban dibangun sama jin?

for-indisco-01

Masjid Tiban Turen, masjid termegah se-Indonesia

Selain menjadi buah bibir karena proses pembangunannya yang terkesan misterius, Masjid Tiban Turen memang mengundang kekaguman karena arsitekturnya yang megah adalah perpaduan dari gaya Eropa, India, Arab dan Cina, dihiasi ornamen bernuansa kaligrafi berlapis emas yang bentuk, warna dan coraknya berbeda-beda antara satu ruangan dengan ruangan lainnya. Sebuah jam klasik diletakkan di ruang utama Masjid Tiban sebagai center of interest, seolah mengingatkan bahwa hidup manusia di dunia tidak selamanya dan ajal akan menjemput jika sudah tiba waktunya.

20150308_170006

Masjid Tiban Turen sejatinya adalah sebuah pondok pesantren yang menampung ribuan santriwan dan santriwati, beberapa bahkan ada juga yang telah berumah tangga dan tinggal di sini. Maka nggak heran kalo Masjid Tiban Turen dibangun hingga 10 lantai dan dihubungkan oleh sebuah lift dan tangga. Tiap lantai dan ruangan dalam Masjid Tiban ini dibangun berdasarkan rancangan yang seksama, sesuai dengan fungsinya masing-masing.

DSC09085

Memang bukan jin yang membangun masjid/ pondok pesantren ini, melainkan para santri penghuni pondok yang mendapat bantuan tenaga dari simpatisan dan donator dari berbagai kalangan yang terpanggil untuk membantu proses pendiriannya. Adalah pemimpin Pondok Pesantren Salafiah, KH Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh Al-Mahbub Rahmat Alam atau Romo Kiai Rahmat yang mendesain bangunan Masjid Tiban berdasarkan ilham yang didapatkannya melalui shalat istikharah.

Selain bisa berkunjung dan melihat-lihat suasana di bagian dalam Masjid Tiban kamu juga akan disambut sebuah kejutan di lantai atas. Di sini kamu bisa menjumpai kubah yang berhiaskan motif-motif cantik, sebuah kolam berisi aneka macam ikan, kebun jagung, bahkan semacam pelataran yang dihiasi sebuah pohon kurma buatan yang lengkap dengan hiasan lampu warna-warni. Eh, di sana ada juga kera, rusa, burung merak dan berbagai satwa peliharaan para santri yang sengaja dibiarkan berkeliaran di pelataran, travelers.

scan 8

Cara berkunjung ke Masjid Tiban Malang

Jarak Turen dari Kota Malang adalah sekitar 27 km dan bisa kamu tempuh dalam waktu 30-60 menit kalo jalan sedang enggak macet. Kalo pengen datang ke sini dengan naik kendaraan umum juga bisa banget. Dari kota asalmu kamu naik bus tujuan Kota Malang, trus turun di Terminal Arjosari Malang. Sampai di Terminal Arjosari kamu naik angkot lagi yang menuju ke Terminal Gadang, travelers. Sampai di Terminal Gadang kamu cari aja bus yang menuju Pasar Turen. Trus turun di Pasar Turen kamu tinggal cari ojek yang mau mengantarmu ke Masjid Tiban Turen.

Kamu memang nggak akan dikenakan biaya apapun buat berkunjung ke Masjid Tiban, travelers. Tapi perlu kamu ingat, Masjid Tiban bukanlah sebuah tempat wisata, melainkan sebuah pondok pesantren. Jadi penting buatmu untuk menjaga sopan santun, berpakaian rapi dan berjilbab kalo kamu cewek. Syukur-syukur kamu bisa mendapat hidayah setelah berkunjung ke Masjid Tiban buat menjadi sosok traveler yang semakin tangguh dan bertanggung jawab. Ya nggak?

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: