Cerpen

All posts in the Cerpen category

Cerpen Religi – Namaku AISYAH

Published 19 Maret 2016 by damayantichildiesh

“Setiap orang punya takdir masing-masing dan itu sudah disiapkan oleh sang pencipta untuk setiap umatnya di muka bumi ini”. Kata-kata itu terlintas sejenak dibenakku saat kurenungi perjalanan hidup yang kujalani saat ini.

Mawar…..mawar, i….ya bos ada apa bos mencari saya ? (jawab mawar yang kaget melihat kedatangan seorang laki-laki berbadan besar dan berambut gondrong yang selama ini dipanggilnya bos). “ada target baru buat kamu, seorang pengusaha kaya yang ingin dilayani cuma dengan kamu saja kalau yang lain dia tidak mau. “Kamu harus terima ini kesempatan besar, bayarannya juga pasti banyak karena pengusaha kaya” ujar si bos pada mawar.

Mawar hanya pasrah dengan keadaan yang membuatnya seperti ini. Terkadang dalam satu hari mawar harus melayani 3 orang laki-laki hidung belang yang mungkin tidak puas dengan istrinya sampai-sampai mencari pelampiasan dengan wanita lain. Terkadang mawar ingin berhenti dengan pekerjaan ini tapi apa daya setiap ia ingin kabur dari tempat hina dimana ia makan dan hidup setiap hari, ia selalu saja dihalangi oleh si bos (germo) yang mempekerjakannya selama 2 tahun silam.

Di depan cermin kutatap wajahku dalam-dalam, kumonyongkan bibir ini untuk meratakan lipstik yang kupakai lalu kupoles pipiku dengan rata. Kubersiap melangkahkan kaki ini ke tempat dimana aku menyerahkan diriku sepenuhnya kepada orang lain. Seperti biasa setelah mawar melayani pelanggannya dia buru-buru pulang dan sialnya ketika perjalanan pulang ia dihadang sekumpulan preman yang sedang mabuk berat dan berniat jahat pada mawar.

Berulang-ulang mawar berteriak minta tolong tapi tak ada satu orang pun yang lewat di jalanan itu mungkin karena saat itu sudah tengah malam, orang-orang sudah pada tidur semua. Tapi mawar terus berteriak sekuat tenaga untuk mencari pertolongan. Mawar berharap ada malaikat baik hati yang datang menolongnya. Tiba-tiba satu persatu preman itu roboh berkat jurus yang dikeluarkan oleh sosok pria tampan yang berpeci itu. Mawar yang tadinya ketakutan, spontan berlari mendekati pria itu dan merangkulnya dari belakang.

“Astagfirullahul Adzim lepaskan tangan mbak, kita bukan muhrim. Tidak sepantasnya mbak berbuat seperti ini”. Maaf mas atas sikapku tadi aku spontan, mungkin karena aku bersyukur ada orang yang mau menolongku “ucap mawar sambil tersipu malu”. Saya mengerti mbak tapi lain kali saya harap mbak tidak melakukan hal ini lagi “iya mas, saya janji tidak akan berbuat seperti ini lagi”, jawab mawar sambil menatap sosok pria tampan yang telah menolongnya.

Sejenak mawar terdiam dan mengamati tempat itu, mawar baru sadar kalau ternyata tempat itu mengingatkannya pada kejadian yang pernah menimpanya 2 tahun yang lalu. Ketika mawar beranjak dari lamunannya tanpa ia sadari pria yang telah menolongnya pun telah jauh dari pandangannya, tanpa sempat ia mengucapkan kata terima kasih pada orang itu. Derap langkah kakinya pun menuntunnya untuk kembali pulang kerumahnya. Sepanjang perjalanan mawar hanya berharap bisa bertemu lagi dengan malaikat penolongnya tadi dan mengucapkan terima kasih kepadanya.

Tidak seperti biasanya, mawar yang paling anti lewat dijalan mawar yang sempat membuatnya trauma 2 tahun yang lalu, kini tiba-tiba mawar memberanikan diri melewati tempat itu lagi. Dia berharap bisa bertemu lagi dengan malaikat yang menolongnya semalam di tempat yang sama. Kali ini mawar rela kabur dari pelanggannya hanya untuk bisa bertemu dengan pria itu. Hampir satu jam mawar menunggu di tempat itu, tapi sosok pria yang dikaguminya itu belum juga lewat.

Uliran tasbih dan untaian kalimat dzikir menggema ditelingaku, sejenak hati ini tenang mendengarkannya. Suara itu makin dekat dan makin jelas terucap ditelingaku. “itu kan mas yang menolongku tadi malam” ucap mawar dengan kegirangan sambil mengejar dan memanggil pria itu.

Mas….mas, iya…ada apa mbak ? “mas masih ingat denganku ? aku adalah orang yang mas tolong tadi malam “ucap mawar sambil meyakinkan pria itu”. Insya allah saya masih ingat mbak, klo boleh tau mbak ada perlu apa memanggil saya ? begini mas tadi malam aku belum sempat mengucapkan kata terima kasih, mas keburu pergi deh. Btw terima kasih yah mas atas pertolongannya semalam. “ucap mawar sambil mengulurkan tangannya dan hendak berkenalan dengan pria itu”.

“Afwan….mbak bukannya tidak mau berkenalan sama mbak, tapi di dalam islam perempuan dan laki-laki dilarang bersentuhan selama mereka bukan muhrimnya” ucap pria itu dengan sopan. Mawar pun minta maaf dan memperkenalkan dirinya pada pria itu. Mawar baru tahu kalau ternyata pria yang dikaguminya itu adalah seorang ustadz, kekagumannya pada ustadz itu membuatnya ingin bertobat dan kembali ke jalan Allah. Mawar pun menceritakan kisah hidupnya yang kelam yang berawal dari tempat itu. Tempat dimana dia diperkosa oleh 7 orang preman dan akhirnya mawar yang awalnya bernama Aisyah kemudian mengubah namanya karena merasa tidak pantas lagi memiliki nama yang suci itu disaat badannya sudah tidak suci lagi.

Mawar yang sudah jatuh hati sejak pertama bertemu dengan ustadz itu pun minta tolong pada ustadz yusuf agar bisa ikut pulang bersamanya, karena mawar ingin bertobat dan meninggalkan pekerjaannya yang hina itu. Akhirnya ustadz yusuf pun bersedia membantu mawar untuk bertobat dan kembali ke jalan Allah. Ustadz yusuf mengajak mawar ke suatu tempat yang tak jauh dari rumah pak ustadz yusuf sendiri dan tempat itu adalah sebuah pesantren yang khusus untuk kaum hawa saja. Disana mawar dititipkan pada pemilik pesantren tersebut dan setelah itu ustadz yusuf pun kembali menuju rumahnya.

Sejak saat itulah Aisyah menjalani hidupnya seperti bayi yang baru lahir lagi. Aisyah tidak ingin menoleh kebelakang lagi, ia tidak ingin mengenang perempuan yang bernama mawar yang sebenarnya merupakan masa lalunya yang kelam. Ustadz yusuf yang sehari-harinya selalu datang menjenguk dan memastikan perubahan yang dialami Aisyah selama di pesantren itu pun disalah artikan oleh Aisyah. Aisyah pun makin kagum pada ustadz yusuf. Sampai pada suatu hari kekaguman Aisyah pada ustadz yusuf membuatnya memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya langsung di depan ustadz yusuf.

DC

Setelah mendengar pengakuan dari ustadz yusuf, Aisyah pun minta maaf dan merasa malu karena telah berani mencintai suami orang lain. Berulang kali Aisyah meminta maaf dan berjanji akan mengubur dalam-dalam perasaannya tersebut agar tidak terjadi fitnah diantara mereka berdua nantinya. Kejadian itu membuat Aisyah berubah drastis, imannya makin diperkuat dan ibadahnya makin khusyuk. Perubahannya disukai banyak orang, sampai-sampai pemilik pesantren tersebut hendak menjodohkan anak laki-lakinya dengan Aisyah.

 

Damayanti Childiesh Dg. Tamira

Jumat, 28 September 2012

 

 

 

Iklan

Cerpen Sedih – Ketika Semua Harus Berakhir

Published 29 Februari 2016 by damayantichildiesh

01awcax2ayfzcaaaabaaaaaaaaaaa_31  Kertas berwarna hitam bertuliskan UNDANGAN, terus kupandangi dari tadi. Huruf demi huruf, kata demi kata kuteliti dengan seksama. Antara yakin dan tidak. Sejenak kuintip dibalik jendela kamarku yang tak berkaca, kulihat rona merah membingkai kaki langit sore itu. Senja berlalu dengan cepat, waktu terus berlari menggapai malam. Terasa dingin mulai merasuk tulang sumsum. Tersentak dari lamunanku, aku baru sadar ternyata semuanya harus berakhir hari ini. Malam itu setelah shalat magrib, aku mulai memantapkan hati untuk tetap datang di resepsi pernikahannya walau pun hati ini menangis.
Semua mata tertuju padaku, seakan-akan aku ini Teroris yang sedang dicari oleh aparat kepolisian. Langkahku semakin terasa berat, ingin rasanya muka ini kusembunyikan supaya orang tidak memandangku. Semakin dekat semakin berat langkah ini. Tak kuasa kuayungkan tangan dan kujabat tangannya dengan erat. “Kak….selamat menempuh hidup baru dan selamat berbahagia” ucapku dengan nada terbata diiringi bibir yang bergetar. Kutarik nafas perlahan-lahan dan tersenyum manis pada mempelai wanita. Di tengah keramaian saat ini, aku malah merasa kesepian. Diantara banyaknya tawa dan senyum kebahagiaan, aku malah diselimuti kesedihan. Apa yang mereka rasakan saat ini terbalik 360° dengan apa yang aku rasakan. Tiba-tiba getaran handphone yang aku pegang mengagetkanku. Ternyata itu telpon dari yuda sahabatku yang setia mengantarku ketempat ini.
“Halo…Assalamualaikum Yud”. Waalaikumsalam “balas yuda di balik handphone”. Din…..kamu baik-baik sajakan ? aku cemas dengan keadaanmu sekarang. Yud, tolong aku ! bawa aku keluar dari tempat ini. Tanpa menjawab sepatah kata pun, yuda langsung menutup telponnya dan bergegas lari menuju sahabatnya yaitu dina. Kakiku terasa kaku dan sulit untuk digerakkan, akhirnya yuda memapahku keluar dari tempat itu. Din….din, kamu ngak apa-apa kan ? “Tanya yuda dengan muka cemas”. Yud….antar aku pulang sekarang ! “baik din…kalau itu yang kamu mau. Dengan laju sedikit lambat, yuda mengantarku pulang dengan scooter antiknya yang berwarna biru itu.
Nak yuda,………ada apa dengan dina ? “ Tanya ibu kepada yuda dengan sedikit cemas ”. Yuda juga tidak tau bu, tiba-tiba dina seperti ini dan minta sama saya untuk diantar pulang. Din…..dina, kamu kenapa nak ? ibu kan sudah melarangmu untuk datang keresepsi pernikahannya Zaky tapi kenapa kamu tetap dating juga kesana. Ibu khawatir kamu akan sakit hati melihat Zaky bersanding dengan wanita lain. “ Tanya ibu dengan panjang lebar”.
Bu…..aku ini capek, jadi tolong yud…antar aku kekamar sekarang juga. Baik din, tante saya permisi dulu mau mengantar dina kekamar“ ucap yuda sambil memapah dina ke kamar”. Din….kamu istirahat yah ! kalau begitu aku pamit pulang dulu soalnya sudah larut malam. “tiba-tiba dina menarik tangan yuda dan meminta yuda untuk menemani dia malam ini”. Yuda yang saat itu sangat khawatir dengan keadaan sahabatanya pun menyetujui permintaan dina. Hampir 1 jam dina curhat pada yudha, dina merasa legah dan beban pikirannya sedikit berkurang setelah menjelaskan semua masalah yang membuatnya down saat ini. Spontan yudha memeluk dina dan meneteskan air mata. “din……jika kamu punya masalah baik itu masalah kecil maupun masalah besar, saya siap jadi tong sampah untuk menampung masalah yang sedang kamu alami”. Ucap yudha dengan bija sambil menepuk bahu sahabatnya itu. Percakapan mereka pun berakhir saat yudha pamit pulang pada ibu dan dina. Semenjak yudha pamit pulang, dina terlihat murung di depan televisi. Tiba-tiba diambilnya kembali isi undangan berwarna hitam yang tadi sore iya simpan di dekat televisi. Dina berlari menuju kamar sambil membawa isi undangan itu.
“Aku masih ingat, 2 tahun yang lalu aku dan kak Zaky dijodohkan oleh kak Heni yang tak lain kakak perempuannya kak Zaky. Awalnya aku sempat tidak setuju dengan perjodohan ini. Tapi akhirnya aku coba untuk mengenal kak Zaky demi menghargai niat baiknya kak Heni. Pertama ketemu dengan kak Zaky, saat itu juga aku jatuh cinta pada pandangan pertama.Waktu itu kami ketemu dalam suatu acara buka puasa bersama yang diadakan di rumah kak Zaky. Aku yakin kak Heni sengaja mengundangku untuk dating keacara itu supaya aku dan kak Zaky bias bertemu langsung. Sejak pertemuan itu kami mulai akrab, aku dan kak Zaky selalu SMSan. Awalnya respon kak Zaky begitu baik padaku, lama kelamaan mulai berubah. Sempat aku berfikir kak Zaky juga setuju dengan perjodohan ini, tapi ternyata kak Zaky Cuma menganggapku teman biasa saja tidak lebih. Hatiku saat itu sangat sakit waktu kak Zaky menjelaskan tentang perasaannya kepadaku yang sebenarnya. Aku kecewa mendengar pengakuan kak Zaky malam itu, yang lebih aku sesalkan saat aku menyetujui perjodohan itu. “ucap dina dengan rasa penyesalan”.
Ya Allah…..seandainya waktu bias diulang kembali, lebih baik aku tidak mengenal kak Zaky yang saat ini tersenyum bahagia bersanding dengan wanita lain. “ucap dina sambil meneteskan air mata”. Ya Allah…..aku berjanji, jika esok aku masih bisa melihat indahnya pagi hari yang engkau ciptakan. Maka izinkan aku selalu bersyukur dengan apa yang engkau berikan saat ini. “ucap dina sambil mengusap air mata yang mengalir di pipinya”.
Damayanti Childiesh
13- Mei – 2012

Cerpen Galau – Miss Patah Hati

Published 29 Februari 2016 by damayantichildiesh

patah
Namaku Aprilia Adisti, aku biasa dipanggil April. Aku heran kenapa orang tuaku memberiku nama Aprilia padahal aku lahir di bulan januari. Tapi nama bagiku ngak terlalu bermasalah. Yang penting aku punya nama itulah yang paling utama. Kata orang-orang aku hitam manis dan ngak ngebosanin apabila dilihat.
Muka ok, body lansing, baik hati lagi. Kurang apalagi yah ? kok dalam masalah percintaan aku gagal terus ? “tutur april didepan cermin’’. Aku masih ingat setumpuk masalah percintaan yang aku alami dua tahun yang lalu. waktu itu aku masih berusia 15 tahun, aku juga baru merasakan yang namanya jatuh cinta. Kata orang-orang sih namanya puber pertama. Dimana perasaan suka sama seseorang yang begitu menggebu-gebu dan kita tidak dapat mengontrol diri kita sendiri.
Iwan adalah laki-laki yang pertama kali membuat aku jatuh cinta tapi sayang dia malah mencintai sahabatku sendiri, terpaksa deh aku mengalah. Dua bulan kemudian aku ketemu dengan didi, orangnya baik dan ngak banyak tingkah tapi sayang baru satu minggu pacaran dengannya terpaksa harus putus karna dia ketahuan homo seksual. Satu bulan berikutnya aku pedekate dengan bili, tapi sayang kita pacarannya cuma tahan satu bulan. Gara-gara dia terlalu agresif. Tiga bulan berikutnya aku mengincar cowok yang bernama baim, baru pedekate eh…….keburu meninggal duluan. Sedih rasanya ditinggal baim tapi apa boleh buat mungkin sudah takdirnya “ucap april dengan sedih”. Disitu aku mulai berfikir dan ingin menata kembali hidupku yang selalu dibutakan oleh cinta.
Hampir satu tahun aku hidup menjomblo. Hidup tanpa adanya seorang kekasih yang selalu menemani. Ternyata tanpa seorang kekasih rasanya hampa hidup ini “ucap april dalam hati”. Tiba-tiba handphone yang berada diatas meja belajar berbunyi, dengan cepat kupencet tombol ok. “hai….pril, kita bisa ketemu besok kan ?. “suara dibalik handphone”. Boleh tapi kalau boleh tau ini siapa yah..? “tanya april”. Aku bayu, masa lupa. Kitakan baru kenalan dua minggu yang lalu. “balas bayu dibalik handphone”. Ok “balas april lagi’.
Seminggu habis percakapan ditelpon itu april dan bayu akhirnya ketemuan di suatu tempat. Aku bahagia saat itu bisa ketemu cowok yang baik dan sopan, banyak bahan yang jadi perbincangan diantara kita berdua. Tak lama kemudian bayu mengajakku ke tempat sepi, katanya ada sureprise yang ingin diperlihatkan buatku. Tanpa pikir panjang akhirnya akupun mengikuti saran dari bayu. Sampai ditempat itu bukan sureprise yang didapatkan oleh april malah dia dicegat oleh preman yang mungkin saja itu suruhan dari bayu. Rasa cemas bersarang di hati april, aku takut aku ngak tau harus berbuat apa “ucap april dalam hati yang sedang cemas”.
Terlintas dibenak april, ia baru ingat kalau dia itu jago karate. Tak ada salahnya jurus yang pernah diajarkan oleh bang samiun yang merupakan guru karate yang paling hebat di kampung april. Jurus demi jurus april keluarkan untuk melawan preman-preman suruhan bayu itu. Akhirnya mereka semua takhluk ditangan april. Dengan bangganya april tertawa terbahak-bahak sambil melemparkan batu kearah preman-preman itu. Mereka pun menyerah dan kabur dari hadapan april, bayu yang dari tadi heran melihat jurus-jurus yang dikeluarkan oleh april pun lari terbirit-birit. Rasa cemas yang dari tadi bersarang di hati april kini telah menghilang, april bersyukur karena tidak terjadi apa-apa pada dirinya. April pun bergegas beranjak pergi dari tempat itu, april takut bahaya mengancamnya lagi bila dia tinggal berlama-lama di tempat itu. April berjanji di dalam hatinya untuk tidak pacaran dulu sampai dia lulus sekolah. Dia masih trauma dengan makhluk yang bernama laki-laki. Tak jarang ketika dia jalan-jalan dan bertemu dengan seorang pria, dia pasti menghindar.
Seminggu setelah kejadian itu april memutuskan untuk pindah sekolah dan masuk ke sekolah pesantren. Pesantren Assalam adalah pesantren yang jauh dari keramaian dan suasananya sejuk sekali. Pesantren itu khusus untuk kaum hawa, jadi april ngak usah khawatir untuk ketemu dengan pria, paling kecil kemungkinan 2 sampai 3 orang pria yang merupakan pengajar di pesantren itu. Hari pertama di pesantren april langsung akrab dengan teman-teman barunya. April juga punya teman sekamar namanya Denisa, orangnya baik dan ramah beda dengan teman-teman yang lainnya. Teman-teman yang lain memanggilnya deni, maklum cewek ini dandanannya tomboy abies. Meskipun tomboy anak itu supel banget, bahkan hampir setiap hari april dijajanin sama dia meskipun april ngak minta sama dia.
Pril………..boleh ngak aku memeluk kamu sebentar saja ? soalnya malam ini aku kedinginan banget. “ pinta deni pada april yang tiba-tiba membangunkan dari tidur lelapnya”. April kaget banget mendengar permintaan dari sahabatnya itu, tapi april bisa memakluminya karena malam ini suasananya benar-benar dingin sekali. “ boleh den, lagian malam ini juga aku merasa kedinginan. Sampai pagi menjelang tangan deni tetap erat memeluk april. Sejak kejadian itu tiap malam mereka tidur bareng, tanpa ada sedikitpun rasa curiga april terhadap deni.
Pril………..aku suka kamu sejak kita sering tidur bareng, aku ingin kamu jadi pacar aku. “ ucap deni pada april”. A……..pa den, aku ngak salah dengar nih ??? kamu lagi ngak bercanda kan, mana mungkin kamu cinta sama aku. Aku kan seorang cewek sama kayak kamu ? “ jawab april dengan gagap ditambah raut muka yang tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan dari mulut deni”. Aku serius pril,,,sejak aku merasakan sakit hati oleh perbuatan seorang laki-laki aku memutuskan masuk ke pesantren ini. Dan sejak itu aku mulai mengenal yang namanya cinta sejati dengan seorang wanita yang tak akan pernah menyakiti hatiku. Tapi sayang umurnya tak cukup panjang untuk dapat menerima cinta dariku, akhirnya dia meninggal karena penyakit yang dideritanya. Cewek itu mirip banget dengan kamu pril,,,,makanya sejak pertama kali melihat kamu aku yakin kamu itu adalah cinta sejatiku yang muncul kembali. April merasa kasihan dengan apa yang deni alami sekarang dan tanpa pikir panjang april pun menerima cinta deni. April yakin dia ngak akan disakiti lagi bila dia pacaran dengan sesama jenisnya.
Hampir satu minggu mereka menjalin hubungan tanpa sepengetahuan teman-teman dan pengajar di pesantren Assalam. Tak ada seorang pun yang curiga dengan apa yang mereka perbuat sekarang. Terkadang mereka bercumbu dikala gelapnya malam menjelang, tak ubah layaknya seorang pasangan muda-mudi yang sedang dilanda mabuk cinta.
“ pril……….boleh tidak aku mencium kamu? “Tanya deni pada april dengan sangat”. Boleh den, kalau itu kemauan kamu aku tidak bisa menolak. Tiba-tiba deni mencium bibir april yang mungil itu dengan penuh gairah.
“ Astaga…….apa yang april dan deni lakukan disana?”. Ucap salah satu satriwati yang tanpa sengaja melihat perbuatannya itu. Santriwati itu pun akhirnya menghampiri deni dan april sambil mengagetkan mereka berdua yang sedang asyik berciuman.
“ Ternyata kiamat sudah dekat, “ucap santriwati itu dengan lantang”. Deni dan april pun kaget dan akhirnya mereka menghentikan perbuatannya itu dengan cepat. A…….isyah sejak kapan kamu berada disini ? “Tanya april dengan gugup”. Benar kata ustadz ternyata kiamat itu sudah dekat, bayangkan saja ada makhluk tuhan yang nyata-nyata sudah disiapkan pasangan masing-masing eh……malah mencintai sesama jenisnya. Nausubillahi minzalik, “ucap aisyah dengan muka jijik melihat perbuatan temannya itu”.
Sekarang kalian berdua ikut saya menghadap pak ustadz dan bu ustdaza untuk menjelaskan alasan kalian melakukan perbuatan zinah tersebut ! “ pinta aisyah pada deni dan april yang sedang tertangkap basah”. Dengan hati yang berat akhirnya april pun melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu menuju ketempat pak ustadz. April menjelaskan panjang lebar kepada pak ustadz serta mengaku bersalah dan tidak akan mengulanginya kembali, sedangkan deni malah kabur dan meninggalkan pesantren itu. April sadar perbuatannya itu merupakan kesalahan terbesar yang sulit untuk dimaafkan tapi untungnya pak ustadz dan bu ustadza bisa memaafkannya.
April memutuskan untuk belajar sungguh-sungguh di pesantren itu dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya untuk yang kedua kalinya. Sejak saat itu april makin rajin beribadah dan memperkuat ajaran islam yang telah diajarkan oleh pak ustadz Rahman. April baru sadar ternyata kehidupan itu penuh dengan cobaan dan rintangan yang tidak dapat kita hindari tetapi kita harus menghadapinya dengan hati yang ikhlas dan penuh kesabaran. Insya allah kita bisa menghadapinya karena allah itu tidak memberikan kita cobaan diluar kemampuan kita. Ha…..ha….ha ternyata dari sebuah pengalam itu aku jadi bisa berpikir lebih dewasa. “ ucap april dalam hati sambil tertawa cengengesan”.

 

Damayanti Childiesh
13 Februari 2008

Cerpen – Kado Terindah

Published 29 Februari 2016 by damayantichildiesh

images  Tidak seperti tahun-tahun kemarin, saat Keyla merayakan dengan meriah bersama sahabat-sahabatnya. Tahun ini keyla memilih merayakan malam pergantian tahun berdua saja dengan yuli, sahabatnya sejak kecil. Keyla lebih memilih merayakan pergantian tahun di rumah kost berduan dengan yuli. Ada beberapa alasan sehingga keyla merayakan pergantian tahun kali ini dengan suasana yang sederhana saja. Alasan pertama, karena ia memang sedang tidak berada dalam Mood yang tepat untuk bersenang-senang ria. Alasan kedua, keyla dalam kondisi Kanker (Kantong Kering) maklum kan tanggal tua jadi belum gajian. Alasan ketiga, keyla lagi Galau tingkat dewa gara-gara cowok yang dia taksir menghilang tanpa kabar.
Sejak pukul 18.00 WIB, yuli sudah berada di rumah kost sahabatnya itu. Dia sengaja datang lebih cepat dari biasanya, karena dia ingin menghabiskan malam pergantian tahun lebih lama bersama keyla. Tiga jam sebelum pergantian tahun, keyla sudah sibuk mempersiapkan cemilan dan teh hangat untuk menjamu sahabatnya yang dari tadi setia menemaninya di rumah kostnya yang sepi. Sementara itu yuli juga sibuk mengutak-atik isi laci meja belajar yang tak lain isinya adalah koleksi CD film Horor kesukaan mereka berdua. Walau sifat mereka bertolak belakang, tapi hoby mereka yang suka nonton film horor itulah yang membuat Keyla dan Yuli makin akrab. Prakkkkkkkk,,,,,,suara gaduh yang sempat mengagetkan yuli yg sedang asyik memilih-milih CD film horor, tanpa pikir panjang yuli langsung beranjak dari tempat duduknya. Ia yakin suara gaduh itu bersumber dari ruang dapur yang letaknya tidak jauh dari kamar.
Key…..kamu kenapa ? “tanya yuli sambil menatap mata sahabatnya yang sedang berkaca-kaca”. Aku ngak apa-apa kok yul, “jawab keyla dengan suara terbata-bata”. Yuli pun membereskan piring dan gelas yang pecah dan berhamburan di lantai. Key…..jangan nangis dong, ini kan malam tahun baru. Aku ingin malam tahun baru ini jadi malam yang paling berkesan dibanding malam-malam sebelumnya. “ucap yuli sambil merangkul keyla dan mencoba menenangkannya”. Suasana menjadi hening saat mereka berdua lagi serius memplototin film horor yang mereka nonton di dalam kamar.

Cie…..cie….sweet…sweet……aduh romantis banget deh, Spontan yuli pun bersiul saat mendapati adegan romantis di film yang dia nonton. Disatu sisi keyla malah menangis saat melihat adegan romantis itu. Tiba-tiba yuli meletakkan kedua tangannya di pipi keyla dan mengarahkan wajah keyla tepat didepan wajahnya. Key…..aku tahu kok, kamu pasti punya masalah kan ? “tanya yuli dengan wajah penasaran”. Setidaknya dengan kamu curhat itu bisa mengurangi bebanmu walaupun hanya sedikit.
Akhirnya keyla pun menceritakan masalahnya pada yuli. Panjang x lebar curhatan keyla, yuli hanya mengangguk dan sekali-kali memberi nasehat singkat. Yuli menarik kesimpulan, ternyata pokok permasalahan keyla bersumber pada cowok yang bernama MIKO. Cowok yang awalnya dia kenal lewat jejaring sosial facebook terus mereka ketemuan dan Keyla pun jatuh cinta pada pandangan pertama. Yuli tahu betul sifat dari sahabatnya itu. Keyla paling sulit untuk jatuh cinta sama seseorang tapi, kali ini yuli juga heran kenapa sahabatnya itu bisa langsung jatuh cinta pada cowok yang baru dia kenal. Key……seandainya si Miko ada didepanku, kutulis deh di jidatnya (kalau cuma datang untuk numpang lewat, mending ngak usah datang deh. Ini hati…..bukan Halte Bus ) “ucap yuli sambil menghibur keyla dengan gurauan ngaco”. Keyla pun akhirnya ketawa ngakak kegirangan mendengar gurauan sahabatnya yang terkadang naluri pelawaknya tiba-tiba muncul. Ahhhhh…….kamu yul, bisa aja deh “ucap keyla sambil tersenyum manis pada yuli”. Tak terasa waktu pun terus berlalu, menit-menit malam pergantian tahun semakin mendekat. Sambil melihat jam dinding keyla dan yuli pun menghitung mundur, 5…4…3…2…1 prikkkkk,,,,prukkkkkk,,,prikkkkk Selamat tinggal 2013, selamat datang 2014, Selamat Tahun Baru. “ucap Keyla dan Yuli secara kompak setelah mereka meniup terompet”.
*************************
Seminggu berlalu setelah malam pergantian tahun baru, Keyla akhirnya bisa sedikit mengubur rasa cintanya pada Miko. Keyla lebih memilih menyibukkan diri dengan tugas-tugas dari kampus. Sesekali Keyla hang out sama teman-teman kuliahnya dan tak jarang keyla pergi karokean bareng yuli. Pernah suatu hari saat keyla dan yuli jalan bareng di suatu pusat keramaian, keyla ketemu dengan mantan pacarnya. Kebetulan saat itu sang mantan pacar jalan sendirian, yuli pun iseng ngajak jalan bareng dan ternyata si dewa setuju. Aku tahu pasti yuli sengaja ngajak dewa untuk jalan bareng supaya dia bisa ditraktir, dasar tuh anak kalau ada maunya “ucap Keyla dalam hati sambil tersenyum kecil pada dewa”.
Sejak pertemuan antara Keyla dan Dewa saat itu, dewa sering menelpon Keyla. Sekedar tanya kabar lah, sekedar miscol lah, Sms, dan bahkan ngajak Keyla balikan malah. Tapi sayangnya Keyla masih fokus untuk menata hatinya dan berusaha untuk melupakan Miko. Capek ditolak melulu sama Keyla, akhirnya dewa merubah haluan untuk mendekati yuli. Lagi-lagi Dewa mendapat penolakan dari yuli terpaksa dewa kabur dari dua sahabat sejati yang sempat dia dekati.
*************************
Keyla melongok keluar jendela rumah dan menikmati indahnya senja saat itu. Langit yang berwarna keemasan dan semilir angin sepoi-sepoi membuat Keyla semakin terhanyut dan terbawa suasana. Miko……itukan miko “ucap keyla sambil menunjuk seseorang yang dia maksud dengan ekspresi wajah penuh keheranan”. Apa aku salah liat yah ? “ ucap Keyla sambil menepuk-nepuk pipinya”. Auuuuuhhh…..sakit, kayaknya aku ngak bermimpi deh. Itu memang Miko, tapi cewek yang ada disampingnya itu siapa yah ? “ucap keyla dengan penasaran bercampur rasa cemburu melihat cewek yang berada disamping Miko”. Keyla pun beranjak keluar kamar untuk mencari keberadaan Miko yang telah lama ia rindukan. Ketika Keyla membuka pintu, tiba-tiba…………sureprise selamat ulang tahun Key. “ucap yuli sambil memeluk Keyla dengan erat”. Met ultah yah sayang, wish u all the best. Sory agak telat ngasih ucapan selamatnya, maklum lagi ada misi rahasia yang harus aku selesaikan ini hari.
Belum sempat Keyla berkomentar, yuli langsung menarik keyla dan menutup matanya. Yul….apaan sih kok mataku pakai ditutup segala ? “ucap keyla dengan penasaran”. Key…..sekarang coba deh kamu buka mata kamu, tiba-tiba sosok yang selama ini ia rindukan berada tepat didepannya. Keyla………Will You Marry Me ??? “ucap Miko sambil menatap mata keyla yang dari tadi tidak berkedip karena masih kaget melihat kedatangan Miko yang begitu mendadak”. Maaf….kayaknya aku tidak bisa. Kenapa key……alasannya apa ? “tanya Miko dengan penasaran”. Sementara itu Yuli yang berdiri di dekat mereka berdua menjadi penonton setia yang merasa sedang menonton Film Drama percintaan yang paling romantis sedunia. Maaf……tapi aku memang tidak bisa menolak permintaanmu Miko, aku mau banget malah menikah denganmu. “ ucap Keyla tersipu malu sambil memegang tangan Miko”.
Katanya ngak bisa, ternyata ngak bisa menolak toh. Padahal rencana ini sudah aku susun dari 1 bulan yang lalu loh bareng Miko. Untungnya berjalan dengan mulus dan berakhir dengan bahagia. “ucap Yuli panjang lebar saat melihat rona kebahagian yang terpancar di wajah sahabatnya itu”. Ohhh…….jadi ini rencana kalian berdua yah ? “tanya Keyla sambil melirik Yuli dan Miko secara bergantian”. Maaf Key….jangan salahkan Miko, ini ide aku. Aku sengaja menyusun rencana ini sebagai KADO TERINDAH yang paling berkesan di hari Ulang Tahunmu. Tapi jujur aku juga ngak nyangka kalau ternyata Miko sampai ke tahap yang lebih serius seperti yang dia ucapkan barusan. “jawab Yuli sambil tersenyum manis pada Keyla”. Keyla begitu terharu dengan kebahagian yang diberikan oleh sahabatnya, ia langsung memeluk Yuli. “Makasih Yul….kamu memang sahabatku yang paling baik sedunia. Jujur aku lupa kalau hari ini adalah hari ulang tahunku, mungkin karena kebanyakan mikirin Miko”.
Damayanti Childiesh
13 – 04 – 2014

Cerpen – Penyesalan Termanis

Published 27 Februari 2016 by damayantichildiesh

Seperti biasa aktivitas rutin yang tak pernah terlewatkan dikala senja menyapa, kududuk termenung di serambi depan rumah sambil menikmati indahnya senja yang tak bisa kulukiskan dengan kata-kata. Dihiasi kicauan burung dan canda tawa anak-anak yang sedang bermain melengkapi pesona indahnya senja saat itu. Seketika suasana itu kelihatan bagai lukisan abstrak saat feeling jelek mulai merasuk kepikiranku yang penuh dengan tanda tanya. Entah mengapa tiba-tiba aku kepikiran sama dia. Sudah 1 minggu dia ngak ada kabar, SMS dariku pun ngak dibalasnya. Tanpa pikir panjang ku delet nomornya dan berusaha untuk melupakan janjinya.
************
Sang fajar yang malu-malu menampakkan dirinya semakin membuatku malas untuk beranjak dari tempat tidur. Semakin kupaksa membuka mata ini semakin kuat pula rasa ngantuk ini. Handphone yang dari tadi bergetar, akhirnya bisa melawan rasa ngantuk ini. Dengan sigap kupelototin handphone dan membaca pesan yang masuk. Waduh…..hari ini kan hari pertama sekolah setelah libur Ramadhan. Tanpa pikir panjang dengan lekas kuberanjak dari tempat tidur dan berlari ke kamar mandi. Dengan tergesa-gesa ku berangkat ke sekolah berharap tidak terlambat sampai disana.
Halo, Assalamualaikum ini dengan siapa yah ? “tanyaku pada seseorang yang kudengar suaranya di balik Handphone”. Kok kamu bertanya seperti itu, emangnya kamu tidak save nomorku ? “jawabnya dengan nada kesal”. Maaf kemarin nomor kak arfa saya delet karna saya pikir kakak menghindar dari saya. Lagian kakak juga yang salah, waktu itu saya SMS kakak tapi ngak dibalas jadi mending aku delet deh nomornya. “jawabku panjang lebar”. Maaf Dinda bukan maksud kakak untuk menghindar, tapi kebetulan waktu itu kakak ngak punya pulsa jadi SMS kamu ngak kakak balas. Percakapan mereka pun berlanjut walaupun hanya sebentar karena Rika yang dari tadi memberi kode padaku, itu tandanya ia sudah ingin pulang. Akhirnya percakapan itu kuakhiri dengan hati yang lega karena telah mendengar penjelasan darinya.
Antara percaya dan tidak, tapi penjelasan dari kak Arfa kemarin masih membuatku ragu akan keseriusannya padaku. Kuambil handphone yang sengaja kusimpan di saku celanaku. Kurangkai kata demi kata yang intinya tentang Komitmen yang dia janjikan padaku lalu kukirim secepatnya melalui Via SMS. Berharap jawaban darinya sesuai dengan apa yang kuinginkan. Berselang 5 menit dia membalas SMSku, dengan cepat kumembuka pesan darinya. “Maaf Dinda…..untuk saat ini orang tua Kanda belum memberi lampu hijau. Orang tua kanda menginginkan supaya kanda sukses dulu kemudian memikirkan yang namanya pernikahan”. Berbagai macam alasan dia kirim melalui via SMS, tapi ada satu alasan yang paling membuatku Sakit hati banget mendengarnya ketika SMS itu bunyinya seperti ini “Dinda,,,,sebenarnya yang ibuku suka bukan kamu tapi Mira sahabatmu yang kamu temani ke rumah waktu itu”.
Sejenak kumenarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya sambil memandangi langit yang begitu cerah. Kuletakkan kembali Handphone di saku celana dan coba mereplay kembali kejadian beberapa hari yang lalu. Saat itu kamu dan teman kamu berkunjung kerumah untuk silaturahmi sekalian menepati janjimu padaku. Ke esokan harinya giliranku untuk menepati janjiku. Karena aku malu datang kerumahmu sendirian, maka kuajaklah sahabatku Mira. Mira pun menyetujui permintaanku dan menemaniku untuk berkunjung kerumahmu dan berkenalan dengan orang tuamu. Feelingku waktu itu memang tidak baik ketika kulihat orang tuamu lebih akrab dan lebih sering memandang Mira ketimbang menoleh kearahku. Dengan segera feeling tidak baik itu kuhapus dipikiranku dan berharap semuanya akan baik-baik saja. Tapi nyatanya apa yang kupikirkan saat itu, benar-benar jadi kenyataan hari ini. Antara pecaya dan tidak, tapi saat itu hatiku hancur banget. Bagaikan berada di atas awan kemudian tiba-tiba dihempaskan ke bumi. Ya Allah kuharap penyesalanku hari ini bisa berbuah manis, lebih manis dari buah apapun yang pernah aku makan “Gumamku dalam hati dengan penuh harapan”.
Aku masih ingat, 2 minggu yang lalu kita berkenalan lewat jejaring sosial Facebook. Waktu itu kamu mengirim pesan di inboxku. Berselang beberapa hari kita mulai akrab dan ternyata kamu adalah seniorku waktu kuliah dulu. Semakin akrab semakin menggebu-gebu hasratmu untuk menjadikanku sebagai pacarmu. Tiap hari menelpon untuk menunggu jawaban dariku, dan akhirnya kuputuskan untuk menjalaninya dengan sebuah KOMITMEN yang kamu janjikan padaku. Walaupun saat itu sudah kujelaskan kalau ternyata saat ini ada seorang temanku yang sudah memantapkan hatinya dan hendak melamarku.
Aku yakin mungkin kak Arfa yang terakhir mengisi hari-hariku dan demi memilihnya aku rela untuk menyakiti hati seseorang. Seorang teman yang begitu baik hatinya dan tidak pernah menuntut banyak kepadaku. Akhirnya apa yang kudapatkan, cuma sakit hati atas apa yang kamu perbuat padaku. Hari demi hari kuratapi nasibku, mengingat semua janjimu membuatku sangat muak. Ingin rasanya kulumpuhkan ingatan ini agar tidak mengingat perbuatanmu padaku. Sabar dan sabar itulah yang kulakukan saat ini. Walaupun masih terasa sakit hati ini tapi kuyakin aku bisa menjalaninya dengan senyuman dan beberapa motivasi dari sahabat-sahabatku. Benar kata pepatah bahwa penyesalan itu datangnya selalu terlambat. Andai waktu bisa diulang kembali, aku tidak ingin mengenal yang namanya Kak Arfa “Gumamku dalam hati dengan rasa penuh penyesalan”.
Status-status yang kubuat di beranda facebookku pun mengikuti suasana hatiku. Aku yang saat itu sedang asyik main facebook tiba-tiba kaget ketika ibu menerobos kamarku tanpa permisi. Ahhhhh,,,,,,,ibu bikin kaget saja “ucapku dengan spontan sambil menatap wajah ibu”. Nak……kalau boleh tahu konsep undangan kamu simpan dimana ? “tanya ibu sambil menyakinkanku”. Tanpa pikir panjang bergegas kucari dengan perasaan bertanya-tanya. Keesokan harinya sepulang dari sekolah, kulempar tas ketempat tidur dan kurebahkan badanku. Antara setengah tidur, tiba-tiba suara ibu membangunkanku. Dengan perasaan malas kuberanjak dari tempat tidur dan melangkahkan kaki mendekati ibu. Nak…..kalau bisa mulai dari sekarang konsep-konsep nama temanmu yang ingin kamu undang karena dalam waktu dekat ini ada seseorang yang ingin datang melamarmu. Antara kaget , bahagia bercampur bingung perasaan yang kurasakan saat itu.

10417433_922081574478028_2487811051076298315_n
Rasa Deg-degan, bahagia, masih tidak percaya bercampur jadi satu ketika serombongan keluargamu datang untuk MELAMARKU. Padahal waktu itu aku bela-belain memilih orang lain ketimbang memilihmu tanpa memikirkan perasaanmu sama sekali. Ternyata rasa PENYESALANKU pada Kak Arfa kau obati dengan cara ini. Terima kasih calon Imamku, mungkin kaulah jodoh buatku yang ditunjuk oleh Allah. “Ucapku dalam hati sambil tersipu malu ketika kudengar keluargamu dan keluargaku sudah menemukan titik terang”.

20 Oktober 2014
Damayanti ChildiEsh